Ads 468x60px

Rabu, 25 Juli 2012

Seuntai Ungkapan Rindu

Malam ini, tiba-tiba saya teringat dengan orang-orang yang selalu membuatku merasa tidak nyaman... yang selalu mengganggu kesibukanku, marah dan kadang-kadang sok mengatur, meskipun mereka tau saya paling tidak suka diatur. 

Yah... mereka adalah orang-orang yang kuanggap sebagai saudara... orang-orang yang selalu ada saat kesepian menyelimutiku, tempatku bersandar ketika kumerasa goyah, tempat untuk bercerita tentang apa yang kualami hari itu.
orang-orang yang selalu tertawa terbahak ketikaa aku bercerita tentang sesuatu yang aneh. dan orang-orang yang selalu membuat geli perutku dengan canda gurau mereka...

Mereka yang sealu berhasil menguras isi dompetku, walau kadang saya yang menguras isi dompet mereka.
Entah kemana mereka??? dan apa yang sedang mereka kerjakan???

Mungkin untuk saat ini kalian butuh suasana baru. 

Atau sibuk dengan urusan kalian, demi meraih cita-cita kalian yang selalu kalian ceritakan kepadaku. entahlah...

Senin, 23 Juli 2012

begini lebih baik (part I)

"tidak pernah terlintas dipikiranku, sedikitpun untuk mempermainkan perasannya. Mungkin aku yang tidak pekah menanggapi perasaannya selama ini. cara dia bicara terhadapku, cara dia memandangku, cara dia tertawa dihadapanku, gerakgeriknya saat bersamaku, semua kuanggap biasa-biasa saja, kusamakan dia dengan yang lain, kuanggap dia sebagai adik,tak lebih,,, U aja yang berlebihan". ucapnya sore itu, menanggapi pertanyaan Dika.

suasana sore dekat danau belakang kampus memang indah, airnya yang begitu jernih, ditambah tebing-tebing yang membentuk seperti pahatan yang disusun rapi mengelilingi danau. disinilah tempat Zaki paling banyak menghabiskan sore bersama kamera yang tergantung rapi di pundak kanannya. bocah-bocah belasan tahun yang asyik berenang dipinggir danau, sesekali melompat dari tebing yang berjarak dua meter dari permukaan air. rumput ilalang yang terhampar sejauh mata memandang mulai tampak kekuningan memantulkan cahaya matahari yang seakan enggan menampakan keganasannya.

inilah salah satu alasan mengapa zaki lebih sering menghabiskan sorenya ditempat ini. objek untuk menyalurkan hasrat fotografinya begitu banyak, seakan dia terlepas dari masalah dan tanggung jawab untuk sejenak.

Dika yang saat itu bersamanya pun dengan tenang mendengarkan penjelasan Zaki tentang Airin yang khir-akhir ini menjadi murung tak lagi ceria seperti biasa.
“begitu yah...” sahut dika, dengan sedikit bergumam.
“ah.. tapi sepertinya tidak mungkin jika airin menganggapku orang yang spesial dalam hidupnya” selah zaki sambil mengangkat kamera yang tergantung dilehernya, dengan cepat merekan bocah yang lopat dari tebing .
“Setauku dia mengenalku cukup dekat, dia pasti tau bagaimana saya. Saya tidak pernah membedakan antara dia dan yang lain, Cuma dia adalah orang yang pertama saya kenal saat penerimaan mahasiswa baru yang lalu, lebih tepatnya orang pertama yang merepotkanku. yah... jadi wajarlah jika saya sedikit lebih dekat dengan dia ketimbang yang lain,, itung-itung balas dendam... hehhehhehhe.....”.
 

Sample text

Sample Text