Ads 468x60px

Rabu, 25 Juli 2012

Seuntai Ungkapan Rindu

Malam ini, tiba-tiba saya teringat dengan orang-orang yang selalu membuatku merasa tidak nyaman... yang selalu mengganggu kesibukanku, marah dan kadang-kadang sok mengatur, meskipun mereka tau saya paling tidak suka diatur. 

Yah... mereka adalah orang-orang yang kuanggap sebagai saudara... orang-orang yang selalu ada saat kesepian menyelimutiku, tempatku bersandar ketika kumerasa goyah, tempat untuk bercerita tentang apa yang kualami hari itu.
orang-orang yang selalu tertawa terbahak ketikaa aku bercerita tentang sesuatu yang aneh. dan orang-orang yang selalu membuat geli perutku dengan canda gurau mereka...

Mereka yang sealu berhasil menguras isi dompetku, walau kadang saya yang menguras isi dompet mereka.
Entah kemana mereka??? dan apa yang sedang mereka kerjakan???

Mungkin untuk saat ini kalian butuh suasana baru. 

Atau sibuk dengan urusan kalian, demi meraih cita-cita kalian yang selalu kalian ceritakan kepadaku. entahlah...
Malam ini, pintu dan jendela kamarku sengaja kubuka lebar-lebar, dengan harapan angin membawa kabar tentang mereka yang sudahlama tak kudengan suaranya.

Udara malam ini begitu dingin menusuk hingga ketulang,membawaku jauh bersama ingatanku tentang mereka,,,
Semua yang kualami bersama mereka tiba-tiba tersusun rapi dalam benakku, saat kami berada dibawah langit yang dihiasi dengan bitang-bintang yang memancarkan sinar dan sesekali sembunyi dibalik awan yang sekedar berlalu. temaram sinar rembulan terpantul dari embun yang membasahi jalan setapak dan rumput-rumput liar.

Terekam jelas dalam memoriku ketika kami harus menahan lapar kemudian makan dalam satu piring meskipun dengan lauk seadanya. Minum digelas yang sama tanpa ada sedikitpun rasa risih. 
Saat kami harus saling berjauhan untuk sesaat karena adanya perbedaan pendapat. namun dengan kepala dingin dan saling memahami, hubungan yang renggang bisa kembali diikat dengan tali kebersamaan.
Apakah mereka juga merasakan apa yang saya rasakan saat ini??
Entahlah, hanya mereka dan Tuhan yang tau. 
Ku ingin kembali bertukar cerita dengan kalian, melewati hari-hari dan menaklukkan kehidupan yang begitu keras, merasakan dinginnya malam. dan mengukir kembali kisah-kisah kita dalam lembaran kehidupan yang kita tak tau kapan akhirnya.



0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text