Ads 468x60px

Senin, 23 Juli 2012

begini lebih baik (part I)

"tidak pernah terlintas dipikiranku, sedikitpun untuk mempermainkan perasannya. Mungkin aku yang tidak pekah menanggapi perasaannya selama ini. cara dia bicara terhadapku, cara dia memandangku, cara dia tertawa dihadapanku, gerakgeriknya saat bersamaku, semua kuanggap biasa-biasa saja, kusamakan dia dengan yang lain, kuanggap dia sebagai adik,tak lebih,,, U aja yang berlebihan". ucapnya sore itu, menanggapi pertanyaan Dika.

suasana sore dekat danau belakang kampus memang indah, airnya yang begitu jernih, ditambah tebing-tebing yang membentuk seperti pahatan yang disusun rapi mengelilingi danau. disinilah tempat Zaki paling banyak menghabiskan sore bersama kamera yang tergantung rapi di pundak kanannya. bocah-bocah belasan tahun yang asyik berenang dipinggir danau, sesekali melompat dari tebing yang berjarak dua meter dari permukaan air. rumput ilalang yang terhampar sejauh mata memandang mulai tampak kekuningan memantulkan cahaya matahari yang seakan enggan menampakan keganasannya.

inilah salah satu alasan mengapa zaki lebih sering menghabiskan sorenya ditempat ini. objek untuk menyalurkan hasrat fotografinya begitu banyak, seakan dia terlepas dari masalah dan tanggung jawab untuk sejenak.

Dika yang saat itu bersamanya pun dengan tenang mendengarkan penjelasan Zaki tentang Airin yang khir-akhir ini menjadi murung tak lagi ceria seperti biasa.
“begitu yah...” sahut dika, dengan sedikit bergumam.
“ah.. tapi sepertinya tidak mungkin jika airin menganggapku orang yang spesial dalam hidupnya” selah zaki sambil mengangkat kamera yang tergantung dilehernya, dengan cepat merekan bocah yang lopat dari tebing .
“Setauku dia mengenalku cukup dekat, dia pasti tau bagaimana saya. Saya tidak pernah membedakan antara dia dan yang lain, Cuma dia adalah orang yang pertama saya kenal saat penerimaan mahasiswa baru yang lalu, lebih tepatnya orang pertama yang merepotkanku. yah... jadi wajarlah jika saya sedikit lebih dekat dengan dia ketimbang yang lain,, itung-itung balas dendam... hehhehhehhe.....”.
Memang pada saat penerimaan mahasiswa baru tahunlalu, Airin merupakan mahasiswa pertama diangkatannya yang merepotkannya, padahal Zaki adalah orang paling tidak mau direpotkan, tidak suka disuruh apalagi diatur. Tapi entah kenapa zaki dengan senang hati mengantar airin meskipun dengan muka yang masih berbentuk bantal, dengan sedikit persyaratan yang juga tidak dipenuhi oleh airin dengan rela dia melepas prinsipnya untuk sementara. sedikit sindiran dari rekan yang menemaninya menghabiskan malam menuntunnya keluar dari pintu kamar.
“lalu apa yang terjadi dengan airin belakangan ini, menurutku itu kerena kau sudah jarang kelihatan di kampus, bisa jadi dia merindukanmu, hahhahhaha....” ucapnya dengan penuh semangat dan nada sedikit menyindir.

“berarti saya merupakan orang yang beruntung, sudah ada yang merindukanku, berarti saya tidak tergolong orang-orang yang tidak laku” zaki menjawab dengan sedikit bercanda. Dia memang orang yang tidak terbiasa untuk serius, lebih senang menyelesaikan masalah dengan santai dan tenang.
“Kalau begitu, coba cari tau yah... apa yang membuat airin nampak murung belakangan ini, soalnya saya masih punya urusan yang harus saya selesaikan minggu ini...”
“Siapa tau dia Cuma kehabisan uang, atau bermasalah dengan teman-teman atau keluarganya.... nanati saya temui dia kalau urusanku sudah selesai”

2 komentar:

Muruyama mengatakan...

Fontnya kekecilan :-)

daengciwa mengatakan...

sengaja... biar lebih unik...

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text